PPKn Kelas 8, Senin 3 Mei 2021
Materi Pelajaran PPKn kelas VIII A,B,C,D,E,F. Senin, 3 Mei 2021 Assalamualaikum wr. wb. Selamat pagi anak-anakku semua...., sebelum pelajaran kita mulai mari kita baca Basmalah bersama. Bismillahirohmannirohim. Anak-anakku kelas VIII , pelajaran kali ini kita akan membahas tentang Bentuk-bentuk dan semangat Komitmen Kebangsaan yang ditunjukkan Pendiri Negara. Silahkan dibaca sampai kalian paham!
Bentuk-Bentuk Semangat dan Komitmen Kebangsaan yang
ditunjukkan Pendiri Negara
Sebelumnya, kalian telah mempelajari bagaimana
pendiri negara berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Selanjutnya,
marilah kita merefleksi diri masing-masing apakah kita termasuk orang yang
bersemangat dalam mengejar cita-cita? Janganlah kita sebagai pelajar berharap
sesuatu itu terjadi tanpa ada usaha untuk mendapatkanya. Semangat mengandung
arti tekad dan dorongan hati yang kuat untuk menggapai keinginan atau hasrat
tertentu. Para pendiri negara bersemangat berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Pelajar bersemangat belajar untuk menyongsong masa depan dan untuk pembangunan
bangsa Indonesia. Apabila kita maknai lebih jauh tentang semangat dan komitmen
kebangsaan, pendiri negara memiliki jiwa, semangat, dan nilai-nilai yang sangat
tinggi terhadap bangsa dan negara. Jiwa, semangat, dan komitmen dalam
perjuangan merebut kemerdekaan disebut juga sebagai nilai-nilai kejuangan 45.
Masalahnya, apakah dalam alam kemerdekaan, nilai-nilai 45 perlu terus
digelorakan? Untuk siapa, di mana, kapan, mengapa dan bagaimana manfaatnya?
Dengan memahami nilai-nlai 45 diharapkan bisa menjawab masalah tersebut. Jiwa,
semangat, dan nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia tidak lahir seketika,
tetapi merupakan proses perkembangan sejarah dari zaman ke zaman. Artinya,
bahwa embrio nilai itu sudah ada dari zaman kerajaan, hanya belum muncul dan
dirumuskan. Barulah tercapainya titik kulminasi atau titik puncak pada tahun
1945 nilai-nilai itu disepakati sebagai dasar/landasan/kekuatan dan daya dorong
bagi para pendiri Republik Indonesia. Untuk memperoleh gambaran tentang
nilai-nilai 45 yang berkembang pada setiap zamannya, diadakan periodisasi
sebagai berikut:
1) Periode I: Masa sebelum Pergerakan Nasional Sejak dahulu, Nusantara dimiliki oleh kerajaan yang merdeka dan berdaulat. Kehidupan dalam kerajaan juga diisi oleh kerukunan dan kedamaian antara Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 137 pemeluk agama, baik Hindu, Buddha, Islam, Katolik, Kristen, Konghucu dan Penganut Kepercayaan. Pada waktu itu, sudah mulai timbul jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan, yaitu kesadaran harga diri, jiwa merdeka, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan kerukunan hidup umat beragama serta kepeloporan dan keberanian. 2) Periode II: Masa Pergerakan Nasional Sebelum perjuangan di masa pergerakan nasional perjuangan masih bersifat kedaerahan. Perlawanan di wilayah Nusantara yang bersifat kedaerahan seperti dilakukan Sultan Hasanuddin (1633-1636), Kapitan Pattimura (1817), Pangeran Diponegoro (1825-1830), dan masih banyak lagi. Namun, perlawanan masih bersifat lokal dan tidak ada koordinasi sehingga mampu dipatahkan oleh Belanda. Dalam masa pergerakan nasional jiwa merdeka makin menggelora. Rasa harga diri bangsa yang tidak mau dijajah menggugah semangat mereka dan perlawanan seluruh masyarakat terhadap penjajah untuk berusaha merebut kembali kedaulatan dan kehormatan bangsa. Timbullah jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan, nilai harkat dan martabat manusia, jiwa dan semangat kepahlawanan, kesadaran antipenjajah/penjajahan, kesadaran persatuan dan kesatuan perjuangan. Tahap awal perjuangan nasional ditandai dengan lahirnya Budi Utomo (1908), Serikat Dagang Islam/Serikat Islam (1912). Pada Tahun 1928, terjadilah Sumpah Pemuda yang merupakan manifestasi tekad dan keinginan bangsa Indonesia dalam menemukan dan menentukan identitas, rasa harga diri sebagai bangsa, rasa solidaritas menuju persatuan dan kesatuan bangsa lalu menjurus pada kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Jepang menjajah Indonesia tahun 1942-1945. Akibat penjajahan Jepang, rakyat Indonesia mengalami penderitaan. Namun, penggemblengan pemuda dapat menimbulkan semangat yang kukuh dan memupuk militansi yang tinggi untuk merdeka. Penggemblengan oleh Jepang menimbulkan hikmah dan manfaat untuk merebut kemerdekaan. Tahap perjuangan antara kebangkitan nasional dan akhir masa penjajahan Jepang merupakan persiapan kemerdekaan. Jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan makin menggelora. 3) Periode III: Masa Proklamasi dan Perang Kemerdekaan Pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Lahirnya negara Republik Indonesia tidak diterima pihak Belanda. Belanda ingin menjajah kembali. Mulailah bangsa Indonesia melakukan perjuangan dalam segala bidang. Bangsa Indonesia mencintai perdamaian tetapi lebih mencintai kemerdekaan. Oleh karenanya, bangsa Indonesia berjuang dengan mengangkat senjata, berjuang dalam bidang politik dan melakukan diplomasi. 138 Kelas VIII SMP/MTs Edisi Revisi Perjuangan mempertahankan kemerdekaan melahirkan nilai-nilai operasional yang memperkuat jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan, terutama rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka, semangat untuk berkorban demi tanah air, bangsa dan negara. Perjuangan bangsa Indonesia sampai ke periode ketiga ini diberi nama sebagai Jiwa, Semangat, dan nilai-nilai 45. 4) Periode IV: Masa Perjuangan Mengisi Kemerdekaan. Perjuangan masa ini tidak terbatas waktu karena perjuangan bermaksud mencapai tujuan akhir nasional seperti yang tercantum dalam UUD 1945. Dalam periode ini, jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan yang berkembang sebelumnya tetap lestari, yaitu nilai-nilai dasar yang terdapat pada Pancasila, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai yang mengalami perubahan adalah nilai operasional. Dalam masa perjuangan mengisi kemerdekaan, kemungkinan nilai-nilai semangat juang akan bertambah. Secara kualitatif, kemungkinan akan mengalami perubahanperubahan sesuai dinamika dan kreativitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada saat ini, tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara tidaklah kecil. Tantangan menjaga keutuhan dan kejayaan bangsa dapat datang dari dalam dan luar negeri. Malas, korupsi, pemberontakan, dan krisis ekonomi merupakan tantangan yang berasal dari dalam dan harus dihadapi oleh seluruh anggota masyarakat. Penjajahan secara fisik pada saat ini kemungkinannya sangat kecil terjadi, tetapi ancaman dari luar yang bersifat nonfisik seperti gaya hidup, datangnya ajaran yang tidak sesuai dengan Pancasila janganlah dianggap sebelah mata. Untuk menghadapi semua tantangan tersebut, jiwa dan semangat 45 patut kiranya untuk tetap dipertahankan. Semangat 45 adalah dorongan dan manifestasi dinamis dari jiwa 45 yang membangkitkan kemauan untuk berjuang merebut kemerdekaan bangsa, menegakkan kedaulatan rakyat serta mengisi dan mempertahankannya. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila, Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 merupakan nilai dasar dari jiwa dan semangat 45. Nilai-nilai 45 lahir dan berkembang dalam perjuangan bangsa Indonesia dan merupakan daya dorong mental spiritual yang kuat untuk mencapai kemerdekaan. Tujuan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah sebagai berikut: 1. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Jiwa dan semangat merdeka 3. Nasionalisme 4. Patriotisme
5. Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka 6. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah
7. Persatuan dan kesatuan
8. Anti penjajah dan penjajahan
9. Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
10. Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya 11. Idealisme kejuangan yang tinggi 12. Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara 13.Kepahlawanan 14. Sepi ing pamrih rame ing gawe 15. Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan, dan kebersamaan 16. Disiplin yang tinggi 17. Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan
Anak-anak, kaitan dengan materi ini untuk lebih jelasnya silahkan kalian simak di youtube.com/watch?v=ZIEJIOAPT84
Dan silahkan kerjakan soal di link berikut :
Selamat mengerjakan, semangat anak-anakku walau pembelajaran masih daring, semoga covid-19 segera berlalu. Aamiin
Abi bagus prayoga
BalasHapus8a
01
Nafsul Mutmainah
BalasHapus28/8C
DESTANIKA ASKA PRATAMA
BalasHapus8D
09
Anggit Dwi Nuraini
BalasHapus8B/05
Tatima Sholihah
BalasHapus8e/28
Okta Nur Ramadhani
BalasHapus8d/23
Hafidzin ikhlasul akmal
BalasHapus8E/12
Annisa Arvanti S
BalasHapus8E/6
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus
BalasHapusSindy Anggun Elsan
8b/30
Kevin rasendriya pratama
BalasHapusKelaa 8c
No 24
Desi ayu nur eka lestari
BalasHapus8E/9
alfian hafizh
BalasHapus8c
06
Maulana yoga pratama
BalasHapus8c
25
Auliandra resti wardani/8F/6
BalasHapusreva rinanda y
BalasHapus8f/20
Novina Abela Yumandari
BalasHapuskelas:8C
no absen:30
Aisyah nur ainina 8F/03
BalasHapusFia Familia Abdillah
BalasHapusKelas: 8A
No absen: 18
Ria Intan Engelina
BalasHapus32/8C
Riski Tri N
BalasHapus24/8e
Arum Butsainah Rooiqoh B.
BalasHapus8c/09
Nindia choirrun nisa
BalasHapus8d/22
Ashari
BalasHapus8B
07
Jakfar Riko Saputra
BalasHapus8d/17
Andika putri sagita
BalasHapus8D
4
Ahmad Ardi Firmansyah/03/8c
BalasHapus
BalasHapusAdinda Devi Lintang Pertiwi
02/8C
Rahmat Dwi Irwanto
BalasHapus8f/18
Sylvia durotun nafisah
BalasHapus8B(31)
Fahmi Kurnia
BalasHapusNo 12
Kelas 8B
Janita Fathu R
BalasHapus8E/16
BalasHapusBunga Sapta Riyani
11/8c
Aditya susanto
BalasHapus8E/01
Aldi Rahmansyah
BalasHapus8B
04
ERWIN WIDYATMOKO
BalasHapus17
8C
Cahya romadoni
BalasHapus8c/12
Dimas aji Winarto
BalasHapus8d/11
Ismi Nur Sabila
BalasHapus23/8C
Rahma Aprilia Saputri
BalasHapus8F/17
Amifta Adinnia Windi
BalasHapus07/8C
Uswatun khasanah
BalasHapus8e/29
Umar anugrah okta
BalasHapus8D
31
Lia kurniawati
BalasHapus8f
16
Ana Suryani
BalasHapus8a/8
Rahma Ariska nur khairunnisa
BalasHapus8d
25
Aluna Maharani
BalasHapus8E/03
Ririn Subekti
BalasHapus8b/28
Afrina sheila nur juliani
BalasHapus8D
3
Yuda Sakti kurniawa
BalasHapusKelas 8F
Nomer absen 27
Ayusta Nawang
BalasHapus8b/9
Aditya fawaz
BalasHapus8d
2
Alan tiko julian
BalasHapus4
8C
Malika Kristal Muliya
BalasHapus25
8A
Fardiyanta Putra
BalasHapus8b
13
Zaki Akmal Fadhil m
BalasHapus29
8f
Eka Zidan Arifin
BalasHapus11
8F
Syayidatul Atikah
BalasHapus8e/26
Adelia kurniawati
BalasHapus8D
01
Vikha Wulandari
BalasHapus8e/30
M.Rifqy Fauzan
BalasHapus27
8C
Alfani Muslim Akbar
BalasHapus8c
5
Dwi ramadhani Nur Cahyanti
BalasHapus8e/11
Marganda yudi trisna
BalasHapus26
8A
Dinni Fitriana
BalasHapus8c/15
Najua Argarista
BalasHapus8C/29
HANIFAH ISNAENI VlllB 15
BalasHapusOktavia laily rahmawati
BalasHapus8D
24
Rengga putra n
BalasHapus19
8f
Filma Fera Pranesti
BalasHapus8c/20
Yuvi Bintang
BalasHapus8f/28
Marliana six wara
BalasHapus8E/17
Mita nur azizah
BalasHapus8D
19
Puguh Tri Laksana
BalasHapus8b/25
Andika bayu pangestu
BalasHapus8f
04
Nafi andri rido s
BalasHapus8e#20
Nafi andri rido s
BalasHapus8e#20
Nafi andri rido s
BalasHapus8e#20
Dinni Fitriana
BalasHapus8c/15
Ria Intan Engelina
BalasHapus32/8C
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAuliandra resti wardani/8F/6
BalasHapusElsa davi lavidian
BalasHapus8f
12
Mada arradin
BalasHapus8B
21
Hafidzin ikhlasul akmal
BalasHapus8E/12
Ardi Nugroho
BalasHapus10
8a