Pembelajaran PPKN Ke 2 kelas 7A,B,C,D,E,F

 

Assalamuaiakum  anak-anakku yang sholeh dan sholihah, kelas 7A,B,C,D,E,F  MTs Negeri 4 Sleman. Bagaimana kabar kalian hari ini?                                                                                                                                                                                        

Semoga kita selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan aktivitas. Aamiin

Sebelum pembelajaran dimulai marilah kita membaca basmalah bersama. “ Bismilahirrohmanirohim”

Namun sebelum melanjutkan pembahasan, coba jawab pertanyaan terlebih dahulu. Apa yang kalian ketahui tentang Lambang Negara Garuda Pancasila?. Semoga kalian masih ingat karena sudah dipelajari saat kalian di Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah. Agaar kalian  dapat menganalisis proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara, simaklah materi berikut dengan seksama.

 

             Bab I.    PERUMUSAN dan PENETAPAN PANCASILA sebagai DASAR NEGARA

 

KD                            : Menganalisis proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara

Tujuan pembelajaran:Setelah Pembelajaran siswa dapat mendiskripsikan perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam sidang BPUPKI.                                                                                                                            

A.    Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

Seperti kita ketahui bahwa Pancasila digali dari jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Proses perumusan Pancasila harus dihayati oleh seluruh rakyat Indonesia. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara dimulai dari lahirnya Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia.

1.      Sejarah Pembentukan BPUPKI

Bangsa Indonesia melewati perjuangan yang sangat panjang untuk bisa mencapai kemerdekaan. Selama kurang  lebih 350 tahun lamanya, bangsa Indonesia melawan bangsa-bangsa asing yang menjajah tanah Indonesia, seperti bangsa Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang. Bangsa asing yang paling lama menguasai tanah aie adalah pemerintah Belanda. Kedudukan Belanda mulai terusik sejak kedatangan Jepang pada tahun 1942. Belanda akhirnya menyerah kepada Jepang tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat.

Setelah Jepang Menguasai Indonesi, rakyat semakin menderita. Jepang menjajah Indonesia kurang lebih 3,5 tahun lamanya. Meskipun tidak terlalu lama, hal tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan rakyat Indonesia. Kehidupan rakyat semakin sengsara dengan semakin meningkatnya kelaparan, kemiskinan, kebodohan, dan penderitaan. Kehidupan bangsa Indonesia mulai berubah ketika pasukan Jepang dikalahkan oleh Amerika Serikat saat Perang Pasifik. Jepang dikalahkan juga oleh Sekutu pimpinan Inggris di kawasan Indocina. Di Indonesia, Jepang juga harus menghadapi perlawanan rakyat. Terlebih lagi, belanda masih ingin kembali menjajah Indonesia. Pada waktu itu Belanda bergabung dengan Sekutu. Perlawanan rakyat Indonesia dan usaha Belanda menjadikan kedudukan Jepang semakin lemah di Indonesia.

Pada bulan September 1944, Perdana Menteri Jepang, Koiso, dalam sidang parlemen mengatakan bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Janji tersebut bertujuan untuk meredam gejolak dan perlawanan rakyat Indonesia. Janji tersebut juga dimaksudkan untuk memberi kesan bahwa Jepanglah yang memberi kemerdekaan kepada Indonesia. Dengan janji tersebut, rakyat Indonesia diharapkan bersedia membantu Jepang menghadapi Sekutu. Untuk memenuhi janjinya, Jepang membentuk BPUPKI yang dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai.

BPUPKI merupakan singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. BPUPKI dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945. BPUPKI bertugas menyelidiki kesiapan bangsa Indonesia dalam menyongsong kemerdekaan dan membentuk pemerintahan sendiri. Kepengurusan BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 oleh Letnan Jenderal Kumakici Harada di gedung Cuo Sangi In di Jalan Pejambon, Jakarta. Jepang menunjuk dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua BPUPKI. Adapun wakil ketuanya adalah R. Panji Soeroso dan seorang Jepang bernama Ichibangase Yosio. Anggota BPUPKI berjumlah 67 orang terdiri atas 60 orang Indonesia yang mewakili hampir seluruh wilayah Indonesia ditambah 7 orang Jepang tanpa hak suara. Tokoh Indonesia yang menjadi anggota BPUPKI antara lain : IR. Soekarno, Drs. Moh Hatta. Ki Hajar Dewantara, KK Mas Mansur, K.H Wahid Hasyim, K.H Agus Salim, Soepomo, dan Moh. Yamin. Pembentukan BPUPKI inilah yang menjadi awal lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

Setelah terbentuk, BPUPKI  mengadakan dua kali sidang, yaitu sidang I dan II. Sidang I BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 29 Mei – 1Juni 1945. Pada sidang I ini dibahas tentang Dasar Negara. Sidang II BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 10 – 17 Juli 1945. Pada sidang II ini dibahas tentang rancangan Undang Undang Dasar.

Anak-anak silahkan buka link di bawah ini untuk mengerjakan soal :

https://forms.gle/v8tpYuzz7Xk2pcWh6

Sekian pertemuan hari ini, semoga kalian tetap semangat, marilah kita akhiri dengan membaca Hamdalah bersama " Alhamdulillahi Robbil Alamin.                                            Wassalamua' laikum.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Imam Safarudin kelas7B no absen 13

    BalasHapus
  3. 𝙵𝚊𝚒𝚣 𝚠𝚊𝚑𝚢𝚞 𝚗𝚞𝚐𝚛𝚘
    7𝚎
    10

    BalasHapus
  4. Muhammad Rayhan Saputra
    25
    7F

    BalasHapus
  5. Alfanda Dewa Candra Priyatna
    03/7D
    Hadir

    BalasHapus
  6. Dina katarina putri
    Kls 7C
    No 9

    BalasHapus
  7. Muhammad Hasbi 7E no.absen 19

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PPKn Kls 7, Pertemuan ke 17, Tgl 8 Nov '21

PPKn kelas 8, Pertemuan ke 2 Semester 2, Tgl 10 Jan ' 22