PembelajaranKls 8, PPKn ke 3 Tgl 2 Agustus
Pertemuan ke 3
Assalamuaiakum anak-anakku yang sholeh dan sholihah, kelas
8D, 8E dan 8F MTs Negeri 1 Sleman. Bagaimana
kabar kalian hari ini?
Semoga kita selalu diberi kesehatan dan kelancaran
dalam menjalankan aktivitas. Aamiin
Sebelum
pembelajaran dimulai marilah kita membaca basmalah bersama. “
Bismilahirrohmanirohim”
Pada pertemukan kali ini kita akan membahas tentang Pentingnya kedudukan dan fungsi Pancasila dalam bernegara.
Bacalah materi berikut :
Pentingnya kedudukan dan fungsi
Pancasila dalam bernegara
Kompetensi
Dasar : Menelaah Pancasila sebagai
dasar negara dan Pandangan Hidup bangsa
Tujuan
pembelajaran: Setelah Pembelajaran siswa dapat menguraikan pentingnya kedudukan dan fungsi Pancasila dalam
bernegara.
Pentingnya Kedudukan dan Fungsi Pancasila
dalam kehidupan Bernegara
Bagi bangsa Indonesia, Pancasila
dijadikan sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa untuk mengatur
penyelenggaraan negara. Sila-sila Pancasila terkait satu sama lain merupakan
satu kesatuan yang bulat dan utuh. Seluruh sila Pancasila tidak dapat
dilaksanakan secara terpisah. Sila ke satu, mendasari sila kedua, ketiga,
keempat dan kelima. Sila kedua, dilandasi sila kesatu, melandasi sila ketiga,
sela keempat dan sila kelima. Sila ketiga, dilandasi oleh sila kesatu dan
kedua, dan melandasi sila keempat dan sila kelima. Sila keempat, dilandasi oleh
sila kesatu, sila kedua, sila ketiga dan melandasi sila kelima. Sedangkan sila
kelima, dilandasi oleh sila kesatu, sila kedua, sila ketiga dan sila keempat.
Apabila dasar negara Pancasila
dihubungkan dengan cita-cita negara dan tujuan negara, maka jadilah Pancasila
sebagai Idiologi negara.
Sejak Pancasila disahkan secara
konstitusional pada tanggal 18 Agustus 1945, maka Pancasila dapat dikatakan
sebagai berikut :
a.
Pancasila sebagai dasar negara
b.
Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa Indonesia
c.
Pancasila sebagai idiologi negara (
cita-cita dan tujuan negara )
d.
Pancasila sebagai ligatur
(pemersatu)
e.
Pancasila sebagai falsafah negara
f.
Pancasila sebagai ciri khas bangsa
Indonesia (jiwa/kepribadian/jati diri/identitas)
g.
Pancasila sebagai sumber dari
segala sumber hukum.
Makna yang terkandung dalam sila-sila Pancasila:
1. 1. Sila
Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung makna pengakuan terhadap Tuhan YME
(beriman) dan menjalankan perintahnya serta menjauhi larangannya (bertaqwa).
2. 2. Sila
Kemanusiaan yang adil dan beradap, mengandung makna pengakuan persamaan derajad
dan martabat manusia, mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
3. 3. Sila
Persatuan Indonesia, mengandung makna persatuan dan kesatuan bangsa.
4. 4. Sila
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebujaksanaan dalam permusyawaratan/
perwakilan, mengandung makna mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama.
5. 5. Sila
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengandung makna hendak
mewujudkan tata masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan
Pancasila.
Pancasila
mempunyai kedudukan sebagai dasar negara sekaligus sebagai pandangan hidup
seluruh bangsa Indonesia. Pancasila sebagai pandangan hidup Indonesia memiliki
nilai-nilai yang luhur yang patut untuk diamalkan oleh seluruh bangsa
Indonesia. Untuk mempermudah pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai
kehidupan. Nilai-nilai luhur tersebut adalah sebagai berikut :
1. Sila
Ketuhanan Yang Maha Esa
·
Bangsa
Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha
Esa
·
Manusia
Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama
dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar
·
Mengembangkan
sikap hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dengan penganut
kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa
·
Membina
kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa
·
Agama
dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut
hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
·
Mengembangkan
sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
·
Tidak
memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada
orang lain.
2.
Kemanusiaan yang adil dan Beradab
·
Mengakui
dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa.
·
Mengakui
persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa
membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan
sosial, warna kulit dan sebagainya.
·
Mengembangkan
sikap saling mencintai sesama manusia.
·
Mengembangkan
sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
·
Mengembangkan
sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
·
Menjunjung
tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
·
Gemar
melakukan kegiatan kemanusiaan.
·
Berani
membela kebenaran dan keadilan.
·
Bangsa
Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
·
Mengembangkan
sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain
3
Persatuan
Indonesia
·
Mampu
menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
·
Sanggup
dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
·
Mengembangkan
rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
·
Mengembangkan
rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
·
Memelihara
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial.
·
Mengembangkan
persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
·
Memajukan
pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
·
Sebagai
warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai
kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
·
Tidak
boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
·
Mengutamakan
musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
·
Musyawarah
untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
·
Menghormati
dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
·
Dengan
i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan
musyawarah.
·
Di
dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
·
Musyawarah
dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani
·
Keputusan
yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang
Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran
dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
·
Memberikan
kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan
pemusyawaratan.
5
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
·
Mengembangkan
perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
·
Mengembangkan
sikap adil terhadap sesama.
·
Menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajiban.
·
Menghormati
hak orang lain.
·
Suka
memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
·
Tidak
menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang
lain.
·
Tidak
menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup
mewah.
·
Tidak
menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan
umum.
·
Suka
bekerja keras.
·
Suka
menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan bersama.
·
Suka
melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang• Keputusan yang
diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha
Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan
keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama
·
Memberikan
kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan
pemusyawaratan.
TUGAS !!
Silahkan kalian buka link dibawah ini, untuk mengerjakan latihan soal.
https://forms.gle/kJbvSViStg62oo7RA
Marilah pertemuan hari ini kita tutup dengan membaca Hamdalah,
Alhamdulillahirobbil'alamin
Wassalamu'alaikum
Dhanu Wahyu Saputro
BalasHapus8f
08
RIDWAN RAMADHANI
BalasHapus8D
21
Septiana Romadhoni
BalasHapus8f
26
Rifki ajifambudi
BalasHapus8D
22
Nama:Agus Prasetyo
BalasHapusKelas:8e
No:04
Nama:Ahmad Nur Rifai
BalasHapusKelas:8f
No absen:3
Suprapti rahmadhani
BalasHapus29
8D
Nadine listya putri
BalasHapus19
8D
Faisal Ahnaf Hidayat
BalasHapus8E
11
SATRIYA
BalasHapus8D
27
Muhammad zakka AF ghani
BalasHapus17
8D
Rahel saputro nugroho
BalasHapus23
8f
Suryani
BalasHapus28
8F
lisa oktavia ramadhani
BalasHapus8e
15
Nadania Savaira Rizky
BalasHapus8D
18
YOGI
BalasHapus8D
31
Dimas surya
BalasHapus8F
10
Annisa Rastra Dewi
BalasHapus8D
5
Nurma Nur Hidayati
BalasHapus8F
22
Niken yunianingsih
BalasHapus8e
24
Nama:Safira
BalasHapusKelas:8D
No absen:25
Trianinda Murihana Dewi
BalasHapus8F
30
ILHAM NUR PRATAMA
BalasHapus8F
16
Anggabryan ramadhan
BalasHapus8d
4
NOVIYANTO
BalasHapus8e
25
Anton Wijaya
BalasHapus4
8f
Niha putri salsabila
BalasHapus8e
23
Alfin tri jayanto
BalasHapus8D
3
Agustian
BalasHapus8e
5
Nama:Ludfi nugroho
BalasHapusKelas:8f
No absen:18
Herlyn Candra Sunu H
BalasHapus15
8F
Eva Septiana putri
BalasHapus12
8f
Nensi wahyu anastasya
BalasHapus8f
21
Aditiya rahmadani
BalasHapus8D
01
Dian Destiana Dwi Putri
BalasHapus8F
9
Yusufcandra
BalasHapus32
8e