PPKn Kelas 8, Pertemuan Ke 1 Semester 2, Tgl 3 Januari 22
Assalamualaikum anak-anakku . Selamat berjumpa kembali di semester 2 ( Genap ), bagaimana keadaan kalian semua ? Semoga kita selalu diberi kesehatan, kemudahan, Aamiin.
Sebelum
pembelajaran, mari kita mulai dengan
membaca Basmalah. " Bismillahirohmanirrohim" . Silahkan
kalian Komen, itu sebagai absen kalian pada pertemuan hari ini. Pada pertemuan hari ini, bu Dyah mengingatkan kembali:
1.
Kontrak belajar.
Untuk Mata Pelajaran PPKn, Aspek Penilaian meliputi:
a.
Nilai Pengetahuan, yang dinilai:
1. Tes Tertulis
2. Tes Lisan
3. Tugas / PR
b.
Nilai Ketrampilan, yang dinilai :
1. Praktek
2. Produk
3. Proyek
4. Portofolio
c. Nilai Sikap, Pergaulan di Madrasah :
1. Sikap terhadap Bpk/Ibu guru dan Pegawai
2. Sikap dengan sesama teman
3. Kedisiplinan
4. Tanggung Jawab
5. Kejujuran
6. Kesantunan
7. Gotong royong
2. Materi PPKn
Kelas 8 Semester 2
Bab 4.
Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908
Bab 5.
Sumpah Pemuda dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika
Bab 6.
Memperkuat Komitmen Kebangsaan
Pesan
Untuk Anak-anak:
Tolong tugas
dari Bu Dyah dikerjakan sesuai jadwal, sesuai waktunya ( Tepat waktu ). Bu Dyah
mengharapkan kalian tidak seperti di semester 1. Anak-anak nilai semester 2 menentukan
kalian naik dan tidaknya ke kelas 9.
Untuk Materi pada
pertemuan kali ini kalian baca materi, dicatat di buku catatan dan pada tatap
muka buku harus dibawa untuk dikoreksi bu Dyah. ( Tidak ada alasan LUPA )
Menguraikan Kondisi Bangsa Indonesia sebelum tahun 1908
Suatu bangsa tidak akan berubah manakala bangsa tersebut tidak mau
mengubah dirinya sendiri. Indonesia tidak mungkin menjadi bangsa yang bebas
merdeka seperti yang kalian rasakan saat ini apabila tidak ada usaha untuk
bangkit tumbuh seiring lahir generasi muda terdidik dan peduli terhadap
kemerdekaan Indonesia.
Penjajah Belanda dapat menguasai bangsa Indonesia dalam waktu yang lama
karena bangsa Indonesia mudah dipecah belah dan perjuangan yang dilakukan
bangsa Indonesia masih bersifat kedaerahan. Boedi Oetomo sebagai organisasi
nasional pertama meletakkan semangat kebangkitan nasional bagi perjuangan
bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Begitu pentingnya kita memahami dan
meneruskan nilai kebangkitan nasional tahun 1908, dalam bab ini kalian akan
mempelajari dan membangun semangat kebangkitan nasional tahun 1908.
Pada
gilirannya, kalian dapat menjadi generasi penerus yang dapat menunjukkan
semangat kebangkitan nasional.
A.Kondisi Bangsa Indonesia Sebelum Tahun 1908
Bangun Pemudi Pemuda Karangan / Ciptaan: A. Simanjuntak
Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan
datang kewajibanmu lah
Menjadi
tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi
tanggunganmu terhadap nusa
Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra
negri
Bertingkah laku halus hai putra negri
Apa yang kalian rasakan dan
pikirkan pada saat menyanyikan lagu nasional Bangun Pemudi Pemuda?
Awal dimulainya penjajahan Belanda di
Indonesia dimulai sejak didirikannya Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC)
pada tanggal 20 Maret 1602. Sejak VOC berdiri, dimulailah berbagai bentuk
kekerasan yang menimpa rakyat Indonesia. Penderitaan rakyat Indonesia terjadi
dalam berbagai segi kehidupan. Di berbagai daerah, VOC melakukan tindakan
dengan melaksanakan politik devide et impera (adu domba), yaitu saling mengadu
domba antara kerajan yang satu dan kerajaan yang lain atau mengadu domba di
dalam kerajaan itu sendiri. Politik adu domba makin melemahkan kerajaan-kerajaan
di Indonesia dan merusak seluruh sendi kehidupan masyarakat.
Bangsa Indonesia makin menderita
ketika Daendels (1808–1811) berkuasa. Upaya kerja paksa (rodi) guna membangun
jalan sepanjang pulau Jawa (Anyer-Panarukan) untuk kepentingan militer, membuat
rakyat makin menderita. Penderitaan berlanjut karena Belanda kemudian
menerapkan Cultuurstelsel (tanam paksa). Peraturan Tanam Paksa diterapkan oleh
Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Den Bosch tahun 1828. Sistem Tanam Paksa
mewajibkan rakyat menanami sebagian dari sawah dan atau ladangnya dengan
tanaman yang ditentukan oleh pemerintah dan hasilnya diserahkan kepada
pemerintah.
Tanam Paksa menyebabkan rakyat
diperas bukan hanya tenaga melainkan juga kekayaannya sehingga mengakibatkan
banyak sekali rakyat yang jatuh miskin. Di pihak lain, penjajah mendapatkan
kekayaan bangsa Indonesia yang berlimpah untuk membangun negara Belanda dan
menjadi negara kaya di Eropa.
Penderitaan bangsa Indonesia
menumbuhkan benih perlawanan di berbagai daerah. Perjuangan melawan penjajah dipimpin
ulama atau kaum bangsawan. Sultan Hasanuddin di Sulawesi Selatan, Sultan Ageng
Tirtayasa di Banten, Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat, Pangeran Diponegoro
di Jawa Tengah, memimpin perjuangan rakyat melawan penjajah. Perjuangan rakyat
untuk mengusir penjajah belum berhasil. Hal ini disebabkan perjuangan masih
bersifat kedaerahan dan belum terorganisasi secara modern.
Penderitaan yang dialami bangsa
Indonesia menyadarkan beberapa orang Belanda yang tinggal atau pernah tinggal
di Indonesia. Di antaranya Baron Van Houvell, Edward Douwes Dekker, dan Mr. Van
Deventer. Edward Douwes Dekker, terkenal dengan nama samaran Multatuli, menulis
buku ”Max Havelaar” pada tahun
1860. Buku ini menggambarkan bagaimana penderitaan
rakyat Lebak, Banten akibat penjajahan Belanda. Mr. Van Deventer mengusulkan
agar pemerintah Belanda menerapkan politik Balas Budi ”Etische Politic”.
Politik Balas Budi terdiri dari tiga program, yaitu ”edukasi, transmigrasi, dan
irigasi”.
Atas desakan berbagai pihak,
akhirnya pemerintah Belanda menerapkan Politik Balas Budi. Politik Balas Budi
bukan untuk kepentingan rakyat Indonesia melainkan untuk kepentingan pemerintah
Belanda. Contoh: irigasi dibangun untuk kepentingan pengairan perkebunan milik
Belanda; pembangunan sekolah (edukasi) bertujuan untuk menyediakan tenaga
terampil dan murah.
Di sisi lain, pembangunan sekolah melahirkan dampak positif bagi bangsa
Indonesia, yaitu munculnya masyarakat terdidik atau mulai memiliki pemahaman
dan kesadaran akan kondisi bangsa Indonesia yang sebenarnya. Bangsa Indonesia
saat itu kondisinya bodoh, terbelakang, dan kemisikinan merajalela. Mereka yang
mengenyam pendidikan dan sadar akan nasib bangsanya selanjutnya menjadi
tokohtokoh Kebangkitan Nasional.
Sekian
pertemuan kali ini, semoga kita selalu diberi kesehatan dan Pandemi segera
berlalu, sehingga kita bisa Pembelajaran Tatap Muka. Aamiin.
Tetap semangat
belajar anak-anak...............
Marilah pertemuan
kali ini kita tutup dengan membaca Hamdalah. " Alhamdulillahi Robbil
Alamin ". Wasalamualaikum Wr. Wb.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTrianinda Murihana Dewi
BalasHapus8F
30
Yoga dwi pratama
BalasHapus8E
30
Suprapti rahmadhani
BalasHapus8D
29
Anton Wijaya
BalasHapus4
8f
Rahel saputro nugroho
BalasHapus23
8f
Muhammad Alif Daneswara
BalasHapus8e
19
Octavia Fitriani
BalasHapus8e
26
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNiken Ayu lestari
BalasHapus21
7C
choirunnissa alma aulia
BalasHapus8
8d
SATRIYA
BalasHapus8D
27
Rizky
BalasHapus8e
27
Faisal Ahnaf Hidayat
BalasHapus8E
11
Nama:Safira
BalasHapusKelas:8D
No absen:25
RIDWAN RAMADHANI
BalasHapus8D
21
Alfin tri jayanto
BalasHapus8d
3
Moh diky kurniawan
BalasHapus8e
16
Herlyn candra sunu H
BalasHapus15/8f
Hafizh Naufal Khirasy
BalasHapus8D
12
Nadania Savaira Rizky
BalasHapus18
8D
Siti Astuti
BalasHapus8d
28
Erlangga Bayu Dwi Rivaldi
BalasHapus11
8f
Fadhilah
BalasHapus8D
10
AFLAH RAFA WIDAYAT
BalasHapusKelas:8E
No absen:3
Muhamad Safrudin
BalasHapus18
8E
Yogi
BalasHapus8d
31
Wisnu
BalasHapus32
8f
reinka ayu imania putri
BalasHapus24
8f
Nurma Nur Hidayati
BalasHapus22
8f
Muhammad ZAKKA AF ghani 17
BalasHapus8D
Galeh rizki putranto
BalasHapus7f
15
Suryani
BalasHapus28
8F
Nama:Ahmad Nur Rifai
BalasHapusKelas:8f
No absen:3
Septiana Romadhoni
BalasHapus8f
26
Arif taufikqurrahman
BalasHapus8E
6
Rifki ajifambudi
BalasHapus8D
22
lisa oktavia ramadhani
BalasHapus8e
15
Nadine listya putri
BalasHapus19
8D
Dhanu Wahyu Saputro
BalasHapus8f
8
Tifani indah cahyani
BalasHapus7A
30
Bayu herlambang
BalasHapus7
8D
Ragil Evan
BalasHapus8D/20
Angga bryan ra.adhan
BalasHapus8d
4
Annisa Rastra Dewi
BalasHapus05
8D
Melani Nur widayanti
BalasHapus8d/15
Noviyanto
BalasHapus8e
25
Agus Prasetyo
BalasHapus8e
04
agustian
BalasHapus8e
5
Yuni Astuti
BalasHapus8D
32
APRIANA PRATAMI
BalasHapus8f
04
Adhelin Alamanda
BalasHapus8e
2
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusILHAM NUR PRATAMA
BalasHapus8F
16
Felicia Rahayu Azzahra
BalasHapusKelas 8E
No 13
Nensi wahyu anastasya
BalasHapus8f
21
nanda fadilah
BalasHapus8e
20
Nama: Bram Mukti Aditiya
BalasHapusKls:8E
No:7
Satya Dava kurniawan
BalasHapus25
8f
DIMAS SURYA
BalasHapus8F
10
Muhammad Hidayatul Anwar
BalasHapus19
8f
Niken yunianingsih 8e 24
BalasHapusMovit al vahri
BalasHapus17
8e
Tasya nur aeni
BalasHapus8D
30
Siti Suyantiningsih
BalasHapus7C
30
Tegar oktavianto
BalasHapus8f
29
Farrel Fairuz Faturachim
BalasHapus8E
12
Dian Destiana Dwi Putri
BalasHapus8F
9